TINGKAT STRES DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH SISTEM PENCERNAAN
DI PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

Istianah, Suci Noor Hayati, Budi Rustandi
Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia [ INJEC ] Vol. 1 No. 2, Oktober 2014

 

Pendahuluan. Metode pembelajaran baru yaitu Problem Based Learning (PBL) dapat menjadi stresor yang berdampak positif maupun negatif terutama yang dialami oleh mahasiswa dalam menerima model pembelajaran baru tersebut. STIKES Rajawali merupakan institusi pendidikan yang baru menerapkan metode PBL murni pada mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dengan hasil belajar pada mata kuliah sistem pencernaan metode Problem Based Learning (KBK 2010).

Metode. Desain penelitian adalah cross sectional study. Sampel berjumlah 77 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Student Stress and Coping Intervention (SSCI) dan check list untuk menilai hasil belajar pada proses PBL mata kuliah sistem pencernaan. Analisis univariabel menggunakan analisis distribusi frekuensi dan bivariabel untuk mengidentifikasi hubungan kedua variabel menggunakan Uji Anova.

Hasil : Hasil uji Anova menunjukkan ada perbedaan hasil belajar di antara ketiga tingkat stres dengan nilai p=0,001. Perbedaan yang sangat signifikan adalah hasil belajar pada kelompok responden dengan tingkat stres sedang dengan berat p=0,001.

Diskusi : Hal ini dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan metode PBL pada kurikulum berbasis kompetensi. Dalam melaksanakan PBL diperlukan manajemen stres yang baik sehingga dapat meningkatkan outcome dalam pembelajaran yaitu hasil belajar yang memuaskan.

Kata kunci : hasil belajar, stres, Problem Based Learning, keperawatan.

 

Unduh fulltext (pdf, 3.236 KB)

blank

 

UNDUH | Brosur | Logo | Hymne & MarsPeraturan & ProsedurPanduan & Pedoman |  Formulir |                                                                                        ^ kembali ke atas