PERBANDINGAN POSISI SEMI-FOWLER DAN POSISI HIGH-FOWLER TERHADAP PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN
PADA PASIEN ASMA BRONKIAL DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIBABAT CIMAHI

Meilirianta, Tohri T., Suhendra
Seminar & Workshop Nasional Keperawatan 2016, 21-22 September 2016

 

Latar Belakang : Pada penderita asma bronkial terdapat sesak di saluran pernapasan sehingga saturasi oksigen mengalami perubahan yang mengganggu aktivitas mandiri pasien. Penatalaksanaan dalam perubahan saturasi oksigen secara non-farmakologi yaitu keperawatan mandiri berupa pemberian posisi semi-fowler dan high-fowler yang tindakan dilakukan perawat sebagai upaya meningkatkan perubahan saturasi oksigen pasien.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan posisi semi-fowler dan high-fowler terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien asma bronkial di Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi.

Metode : Penelitian menggunakan metode quasy experiment, pre and posttest without control. Sampel penelitian 30 responden, 15 kelompok semi-fowler dan 15 kelompok high-fowler dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan standar operasional semi-fowler dan high-fowler. Penelitian menggunakan uji statistik paired t-test dan independent t-test.

Hasil : Rerata perubahan saturasi oksigen setelah dilakukan posisi semi-fowler sebesar 93,20 sedangkan pada posisi high-fowler sebesar 94,60. Berdasarkan paired t-test diperoleh angka signifikan yaitu p=0,001.

Kesimpulan : Terdapat perbedaan perubahan saturasi oksigen pada posisi semi-fowler dan high-fowler pada pasien asma bronkial di Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat.

Kata Kunci : Asma Bronkial, Semi-Fowler, High-Fowler, Saturasi Oksigen

 

Unduh prosiding (pdf, 699 KB)          Unduh fulltext (pdf, 82 KB)

blank

 

UNDUH | Brosur | Logo | Hymne & MarsPeraturan & ProsedurPanduan & Pedoman |  Formulir |                                                                                        ^ kembali ke atas